Makalah Metodologi Dakwah (Dakwah Bil-Qolam)
DAKWAH BIL-QOLAM
Makalah
ini Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata
kuliah: Metodologi Dakwah
Dosen
Pengampu: H. M. Alfandi, M.Ag

Disusun oleh :
1.
CantikaDiahPralita (1701036099)
2.
Mustaqim (1701036110)
3.
Rina Widiyanti (1701036114)
4.
Camellia Mahdalena (1701036127)
JURUSAN
MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2018
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam
adalah agama dakwah. Dimana islam harus disebarluaskan kesuluruh penjuru dunia.
Sebaik-baiknya umat ialah mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. Oleh
karena itu, aktivitas dakwah harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari sebagai
seorang muslim.
Dakwah
melalui podium yang muncul dalam bentuk khotbah ataupun ceramah masih dominan
hingga kini. Padahal sebenarnya masih banyak bentuk dakwah yang lain yang bisa
digunakan, seperti halnya melakukan dakwah melalui tulisan atau yang sering
dikenal dengan dakwah bil qalam.
Dakwah
bil qalam masih terasa asing ditelinga kita, aktivis dakwah bil qalam pun masih
terasa langka sehingga dakwah bil qalam ini kurang mendapat perhatian dari
kalangan umat islam. Padahal apa yang kita tulis kelak akan menjadikan kita
abadi. Bahwasanya setiap manusia pasti akan mati, namun dengan tulisan atau
karyanya tersebut akan menjadikannya abadi dan selalu dikenang. Kita akan
dikenang sepanjang masa. Dari uraian diatas, jelas sudah saatnya digalakkan
wawasan dan pemahaman bagi umat islam tentang pentingnya dakwah melalui tulisan
(Dakwah Bil Qalam) dan menumbuhkan minat dan bakat menulis bagi umat islam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dakwah bil qalam?
2. Bagaimana bentuk-bentuk dakwah bil qalam?
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dakwah bil qalam?
4. Bagaimana pengembangan metodologi dakwah bil qalam dalam konteks
kekinian?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Dakwah Bil- Qalam
Dakwah bil qalam jika ditulis
secara gramatikal bahasa
Arab kalimat ditulis ad da’wah bi al qalam. Terdiri dari dua kata da’wah dan qalam. Menurut Muriah dalam buku Metodologi Dakwa Kontemporer,da’wah (jika ditulis Arab) atau dakwah (jika ditulis Indonesia) secara etimologis merupakan bentuk
mashdardari akar kata da’ā yad’ū da’wah yang artinya memanggil, mengundang mengajak, menyeru, mendorong dan
memohon.[1]
Definisi dakwah secara terminologi muncul dari pendapat beberapa tokoh, sebagai
berikut: dakwah menurut Abdul Munir Mulkhan adalah aktualisasi atau
realisasi salah satu fungsi kodrati seorang muslim, yaitu fungsi kerisalahan berupa proses
pengondisian agar sesorang atau masyarakat mengetahui, memahami, mengimani, dan
mengamalkan Islam sebagai ajaran dan pandangan hidup. Maksud dari pengondisian
yang berkaitan dengan perubahan tersebut berarti, upaya menumbuhkan kesadaran
dan kekuatan pada diri objek dakwah terhadap nilai-nilai Islam (Mulkhan, 1996:
205). Menurut
Syekh Ali Mahfudz, dakwah adalah mengajak kepada sesuatu.Istilah dakwah berarti mengajak manusia kepada kebaikan dan
petunjuk, serta memerintahkan mereka berbuat makruf dan mencegah kemungkaran agar mereka
memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.[2]
Quraish Shihab memberi pengertian
dakwah sebagai seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah
situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi dan
masyarakat. Perwujudan dakwah bukan sekedar meningkatkan pemahaman dalam laku
dan pandangan hidup saja, tetapi juga menuju sasaran yang lebih luas. Apalagi
pada masa sekarang ini, dakwah harus lebih berperan menuju kepada pelaksanaan
ajaran Islam secara lebih menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan (Shihab,
2007: 307). Amrullah Achmad memberikan dua pola
pengertian yang ada dalam pemikiran dakwah. Pertama, bahwa dakwah diberi pengertian
tablig (menyampaikan).
Kedua, dakwah diberi pengertian semua usaha untuk menanamkan ajaran Islam dalam
segala aspek kehidupan manusia. Tablig merupakan sistem usaha menyiarkan
dan menyampaikan Islam agar dipeluk oleh individu atau kolektif baik melalui
tulisan maupun lisan. Kriteria kedua, dapat diartikan bahwa kegiatan
dakwah tidak hanya tablig tetapi meliputi semua usaha
mewujudkan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan.[3]
Kegiatan dakwah menurut Muhammad
Sulthon mempunyai tiga pola, yaitu: dakwah kultural dakwah politik, dan dakwah ekonomi.
Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah
yang menekankan pendekatan Islam-kultural. Dakwah politik merupakan gerakan
dakwah yang memandang 19 kehidupan politik bangsa dan negara dipandang sebagai alat dakwah paling strategis.
Sedangkan dakwah ekonomidapat didefinisikan sebagai kegiatan dakwah yang
berusaha mengimplementasikan ajaran Islam yang berhubungan dengan proses
ekonomi guna meningkatkan taraf hidup umat Islam.[4]
Pengertianqalam secaraetimologis, berasal dari
bahasa Arab qalam dengan bentuk jamak aqlām yang berarti kalam penulis, pena,
penulis (Yunus, 2010: 355). Pengertian lainnya yang disebutkan dalam buku
Jurnalisme Universal, antara lain: menurut Quraish Shihab bahwa kata qalam
adalah segala macam alat tulis menulis hingga mesin-mesin tulis dan cetak yang
canggih (Kasman, 2004: 118). Al-Qurtubi menyatakan bahwa qalam
adalah suatu penjelasan sebagaimana lidah dan qalam yang dipakai menulis oleh Allah Swt.baik yang ada di
langit maupun
yang ada di bumi. Jadi penjelasan al-Qurtubi menunjukkan bahwa qalam adalah
sebuah alat untuk merangkai tulisan, lalu berkembang menjadi alat cetak
mencetak. Al-Shabuni mengungkapkan bahwa qalam adalah pena untuk menulis, alat
untuk mencatat berbagai ilmu dari ilmu yang ada dalam kitab Allah Swt. Hingga
apa yang menjadi pengalama manusia dari masa ke masa. [5]
Penjelasan al-Qurtubi sama dengan
apa yang disampaikan oleh Imam asy-Syaukani dalam kitab Fatḥal-Qadīr, bahwa
al-qalam menunjukkan kepada alat yang digunakan untuk menulis. Dan menurut
sebagian besar ulama, makna al-qalam adalah apa yang tertulis di lauh al-mahfūdz
(Asy-Syaukani, 1994: 332).
Pengertian dakwah bil qalam lainnya yaitu mengajak manusia dengan cara
bijaksana kepada jalan yang benar menurut perintah Allah Swt. lewat seni
tulisan(Kasman 2004: 120).Pengertian dakwah bil qalam menurut Suf Kasman yang mengutip dari Tasfir Departemen Agama RI menyebutkan definisi dakwah bil qalam, adalah
mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar menurut perintah
Allah Swt.melalui seni tulisan. Kasman juga mengutip pendapat Ali Yafie yang menyebutkan bahwa, dakwah bil
qalam pada
dasarnya menyampaikan informasi tentang Allah Swt.tentang alam atau
makhluk-makhluk dan tentang hari akhir atau nilai keabadian hidup. Dakwah model
ini merupakan dakwah tertulis lewat media cetak.[6]
B. Bentuk-Bentuk Dakwah Bil-Qalam
1.
Dakwah
Bil Qalam Melalui Media Cetak
Media cetak (printed
publications) adalah media untuk menyampaikan informasi melalui tulisan yang
tercetak. Melalui
media cetak, ada beberapa tujuan yang ingin diharapkan, yaitu:
a. Memotivasi tingkat perhatian atau
perilaku seseorang.
b. Menyampaikan informasi.
Memberikan
instruksi. Dakwah Bil Qalam melalui media Cetak dapat dilakukan melalui
berbagai bentuk, antara lain:
a. Buku
Buku merupakan tulisan seseorang yang telah disusun sehingga seseorang dapat membacanya secara sistematis apa yang diungkapkan oleh penulisnya. Keberadaan buku ditengah masyarakat sangat besar peranannya. Dengan membaca buku seseorang dapat memperoleh informasi, pengetahuan dan wawasan tentang sesuatu, dan dengan membaca buku pulalah seseorang dapat belajar secara otodidak. Buku adalah jendela ilmu. Melalui buku, informasi-informasi atau pesan-pesan dakwah dapat disebarluaskan secara mudah kepada sasaran dakwah. Para ulama’ yang berdakwah mealalui buku:
Buku merupakan tulisan seseorang yang telah disusun sehingga seseorang dapat membacanya secara sistematis apa yang diungkapkan oleh penulisnya. Keberadaan buku ditengah masyarakat sangat besar peranannya. Dengan membaca buku seseorang dapat memperoleh informasi, pengetahuan dan wawasan tentang sesuatu, dan dengan membaca buku pulalah seseorang dapat belajar secara otodidak. Buku adalah jendela ilmu. Melalui buku, informasi-informasi atau pesan-pesan dakwah dapat disebarluaskan secara mudah kepada sasaran dakwah. Para ulama’ yang berdakwah mealalui buku:
1) Imam Al-Ghazali menulis Ihya’ Ulumuddin
2) Imam Nawawi menulis Riyadh Ash Shalihin.
b. Surat Kabar
Surat kabar
merupakan salah satu media cetak yang terbit setiap hari. Karena terbitnya
setiap hari itulah, suart kabar mampu mengangkat berita-berita yang aktual. Dakwah
melalui surat kabar cukup tepat dan cepat beredar ke berbagai penjuru. Karena
itu dakwah melalui surat kabar sangat efektif dan efisien, yaitu dengan cara
da’i menulis rubrik di surat kabar tersebut, misalnya berkaitan dengan rubrik
agama.
c. Majalah
Majalah mempunyai fungsi, menyebarkan informasi atau misi yang dibawa oleh penerbitnya kepada khalayak, majalah biasanya mempunyai ciri tertentu, ada yang khusus wanita, remaja, pendidikan, keagamaan, teknologi, kesehatan, olahraga, dan sebagainya. Sekalipun majalah telah mempunyai ciri tersendiri, tetapi majalah masih dapat difungsikan sebagai media dakwah, yaitu dengan jalan menyelipkan misi dakwah kedalam isinya, bagi majalah yang bertema umum. Jika majalah tersebut majalah keagamaan dapat dimanfaatkan sebagai majalah dakwah. Jika berdakwah melalui majalah maka seorang da’i dapat memanfaatkannya dengan cara menulis rubrik atau kolom yang berhubungan dengan misi dakwah islam.
Majalah mempunyai fungsi, menyebarkan informasi atau misi yang dibawa oleh penerbitnya kepada khalayak, majalah biasanya mempunyai ciri tertentu, ada yang khusus wanita, remaja, pendidikan, keagamaan, teknologi, kesehatan, olahraga, dan sebagainya. Sekalipun majalah telah mempunyai ciri tersendiri, tetapi majalah masih dapat difungsikan sebagai media dakwah, yaitu dengan jalan menyelipkan misi dakwah kedalam isinya, bagi majalah yang bertema umum. Jika majalah tersebut majalah keagamaan dapat dimanfaatkan sebagai majalah dakwah. Jika berdakwah melalui majalah maka seorang da’i dapat memanfaatkannya dengan cara menulis rubrik atau kolom yang berhubungan dengan misi dakwah islam.
d. Karya Tulis
Ada hal-hal yang
mempengaruhi efektifitas tulisan, antara lain, bahasa, jenis huruf, format,
media, dan tentu saja penulis serta isinya. Dalam jurnal ilmiah, tulisan yang
layak dimuat adalah tulisan ilmiah. Kepada para remaja gaul, misalnya kita bisa
menyajikan tulisan yang lepas, kalau perlu mengikuti gaya gaul mereka: bahasa
jenaka, font tulisan non-formal, topik ringan, dan tidak menghilangkan pesan
dakwahnya. Metode karya tulis merupakan buah dari keterampilan tangan dalam
menyampaikan pesan dakwah. Keterampilan tangan ini tidak hanya melahirkan
tulisan, tetapi juga gambar atau lukisan yang mengandung misi dakwah.
e.
Karya Sastra
Pesan
dakwah kadang kala perlu ditunjang dengan karya sastra yang bermutu sehingga
lebih indah dan menarik. Karya sastra ini dapat berupa syair, puisi, pantun,
nasyid atau lagu, dan lain sebagainya. Tidak sedikit para pendakwah menyisipkan
karya sastra dalam pesan dakwahnya. Hampir setiap karya sastra memuat
pesan-pesan bijak. Nilai sastra adalah nilai keindahan dan kebijakan.
Keindahannya menyentuh perasaan, sementara kebijakannya menggugah hati dan
pikiran. Pesan yang bijak akan mudah diterima dengan perasaan yang halus.
Karya sastra yang dijadikan pesan dakwah harus berlandaskan etika sebagai berikut: Isinya mengandung hikmah yang mengajak kepada islam atau mendorong berbuat kebaikan, dibentuk dengan kalimat indah, ketika pendakwah mengungkapkan sebuah sastra secara lisan, kedalaman perasaan harus menyertainya, agar sisi keindahannya dapat dirasakan, jika diiringi musik, maka penyampaian karya sastra tidak dengan alat musik yang berlebihan.
Disamping media cetak seperti yang telah disebutkan diatas juga terdapat media cetak lain yang dapat digunakan sebagai media dakwah, seperti brosur, buletin, naskah (script) film, dan lain sebagainya yang mempunyai fungsi sama yaitu menyebarkan informasi melalui media cetak. Jadi, dakwah dengan menggunakan media massa atau melalui lembaga penerbitan untuk menjalankan missi suci merupakan langkah yang strategis.
Karya sastra yang dijadikan pesan dakwah harus berlandaskan etika sebagai berikut: Isinya mengandung hikmah yang mengajak kepada islam atau mendorong berbuat kebaikan, dibentuk dengan kalimat indah, ketika pendakwah mengungkapkan sebuah sastra secara lisan, kedalaman perasaan harus menyertainya, agar sisi keindahannya dapat dirasakan, jika diiringi musik, maka penyampaian karya sastra tidak dengan alat musik yang berlebihan.
Disamping media cetak seperti yang telah disebutkan diatas juga terdapat media cetak lain yang dapat digunakan sebagai media dakwah, seperti brosur, buletin, naskah (script) film, dan lain sebagainya yang mempunyai fungsi sama yaitu menyebarkan informasi melalui media cetak. Jadi, dakwah dengan menggunakan media massa atau melalui lembaga penerbitan untuk menjalankan missi suci merupakan langkah yang strategis.
2.
Dakwah Bil Qalam Melalui Media
Internet
Internet
adalah jaringan computer luas yang menghubungkan pemakai computer satu computer
dengan computer lainnya dan dapat berhubungan dengan computer dari suatu Negara
ke Negara di seluruh dunia , dimana kita dapat melakukan browsing, surfing
chatting dan lain – lain.
a.
Facebook
Facebook
merupakan sarana yang sangat tepat untuk dipakai sebagai strategi dakwah, kita
bisa mengirim berbagai pesan dakwah melalui layanan tersebut. Selain itu, kita
juga bisa menggunakannya sebagai media pendidikan, media politik, dll.
a.
Yahoo Messenjer
Yahoo
Messenger merupakan salah satu messenger yang dapat dipakai untuk berkomunikasi
via media teks (chat) secara online. Dengan menggunakan Yahoo Messanger kita
dapat berkomunikasi dengan teman, saudara atau relasi. Seperti halnya melalui
chatting kita bisa menggunakan fasilitas chatting Yahoo Messanger untuk dakwah
terutama dakwah fardiyah yaitu dakwah secara personal dengan seseorang, dengan
dakwah fardiyah ini diharapkan dapat mengetahui karakter seseorang serta
mungkin masalah-masalah yang sedang dia hadapi sehingga kita bisa membantu
menyelesaikannya serta bisa mengajak dia ke jalan kebaikan Pada fasilitas
message ini kita bisa mengirimkan pesan kebaikan serta ajakan-ajakan untuk
berbuat ma’ruf kepada rekan kita entah dia online maupun offline.
b. Blog
Blog adalah kependekan dari Weblog. Seringkali blog digunakan untuk menyebut website pribadi yang selalu diupdate (diperbaharui) secara terus-menerus dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik, dan disertai komentar-komentar pemilik blog dan pengunjungnya. Sebagian aktivis dan pegiat dakwah pun mulai memanfaatkan teknologi ini untuk kemajuan dakwah. Mereka berdakwah dengan menulis tulisan-tulisan islami dalam blog tersebut. Adapun beberapa keuntungan kita memiliki berdakwah lewat blog adalah:
Blog adalah kependekan dari Weblog. Seringkali blog digunakan untuk menyebut website pribadi yang selalu diupdate (diperbaharui) secara terus-menerus dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik, dan disertai komentar-komentar pemilik blog dan pengunjungnya. Sebagian aktivis dan pegiat dakwah pun mulai memanfaatkan teknologi ini untuk kemajuan dakwah. Mereka berdakwah dengan menulis tulisan-tulisan islami dalam blog tersebut. Adapun beberapa keuntungan kita memiliki berdakwah lewat blog adalah:
1) Memperluas dakwah
2) Tempat Apresiasi Hasil Tulisan
C. Kelebihan dan Kekurangan Dakwah Bl-Qalam
Kelebihan
dakwah melalui tulisan yang disebarkan baik melalui media cetak ataupun konvergensi,
yaitu: tidak
terikat waktu sehingga dapat memperdalam pemahaman mad’ū.Tulisan bisa dibaca
berulang-ulang secara seksama dan dipahami mendetail. Berbeda dengan dakwah
melalui ceramah, yang lebih mudah dilupakan oleh mad’ū walaupun dapat
menggelorakan jiwa secara langsung (Ma’arif, 2010: 163). Kekuatan lain yaitu
dari segi kerasipannya,karena buku bisa diwariskan oleh generasi penerus sehingga
kelestarian pemikiran penulis buku terjaga. Hal ini dapat dilihat dari
karya-karya pendahulu Islam, misalnya Imam Nawawi al-Bantani yang mengarang
kitab Arba’īnan-Nawawy, Imam al-Ghazali dengan salah satu kitabnya Iḥyā’Ulūmad-dīn,
Imam Suyuti dengan kitab al-Asybah wa al-Nadhāir.Keunggulan lainnya adalah objek
dan cakupan dakwah bil qalam lebih banyak dan luas jika dibandingkan dakwah bil
lisan. Karena pesan dakwah dan informasi yang dituliskan dapat dibaca oleh puluhan
hingga ribuan bahkan jutaan orang (Romli, 2005: 130). Hingga kemudian dapat
membukajaringan sosial yang lebih luas. Apabila media telah diapresiasi dan
disambut baik oleh masyarakat luas, akan terjalin hubungan yang kental antar
jemaah. Pemahaman mereka dibentuk dengan cara yang sama dan dibakukan dalam
format pengetahuan (kognisi) yang melandasi gerakan suatu komunitas atau jemaah
(Ma’arif, 2010: 163). Media yang digunakan dakwah bil qalam sebagaimana obyek
dalam penelitian ini adalah buku. Buku sebagai media tertua menjadi bagian tak terpisahkan
dari kebudayaan manusia. Nilai budaya buku sebagaimana yang disebutkan Baran
(2011: 86-92). mempunyai kekuatan untuk alasan sebagaimana berikut:
1. Buku
adalah agen perubahan sosial dan budaya. Melalui buku, penulis dapat
menyampaikan ide yang bisa jadi kontroversial dan revolusioner bagi
pembacanya.
2. Buku
sebagai sumber referensi paling utama. Sebagai referensi utama peran buku sangat penting, terutama dalam dunia akademis.
3. Buku
adalah jendela pada masa lalu. Pembaca bisa mengetahui sejarah 1500 tahun silam
dari sebuah buku. Buku merepresentasikan sejarah lebih akurat daripada media
elektronik modern.
4. Buku
merupakan sumber penting dari pengembangan pribadi. Bentuk yang
paling jelas adalah buku self help,perbaikan pribadi.
5. Buku
menjadi sumber hiburan, refleksi pribadi, dan menghidupkan aspek imajinatif.
Bagi beberapa orang, dengan membaca novel orang bisa menghibur diri dari masalahnya,dan
kekutan imajinatifnya mampu menjadikan pembacanya menangis atau tertawa sendiri
saat membaca.
6. Pembelian
dan membaca buku adalah aktivitas pribadi yang lebih individual, dari pada
mengonsumsi iklan (televisi, radio, surat kabar, dan majalah). Dengan demikian, buku cenderung
mendorong refleksi pribadi ke tingkat lebih tinggi daripada media lainnya.
7. Buku
adalah cermin budaya. Buku menjadi refleksi budaya dari sebuah tempat yang
memproduksi dan mengonsumsi mereka.Segala kelebihandakwah bil qalam termasuk didalamnya buku dan media
cetak lain, bukan berarti tanpa kelemahan, antara lain: pertama, tulisan yang disebarkan
melalui buku menjadi media massa yang mempunyai sifat paling tidak massal dari media massa lain dalam
menjangkau khalayak. Hal ini dikarenakan hubungan buku dan pembaca bersifat
lebih pribadi, orang menentukan untuk membeli dan membaca sebuah buku
dikarenakan kebutuhannya. Berbeda dengan televisi, yang bisa sekali memproduksi
program bisa didistribusikan kepada jutaan khalayak secara serempak (Baran, 2011:
85-86). Kedua, tulisan tidak dapat secaramenyeluruh
menjangkaulapisanmasyarakat, terutama masyarakat dengan budaya membaca yang
lemah. Masyarakat yang lebih menyukai kegiatan menghabiskan waktu dengan
menonton televisi biasanya tidak menyukai kegiatan membaca.Ketiga, tidak semua
pemikiran yang dituangkan oleh penulis mendapat respon yang sama oleh para
pembaca, sebaliknya tulisan akan menimbulkan kontroversi.
D.
Pengembangan Metodologi Dakwah Bil Qalam dalam Konteks
Kekinian
Penerapan
aktivitas dakwah bil qalamadalahkonteks penuangan gagasan hingga proses kreatif
seorang penulis,serta dalam hal penerbitan karya, terutama buku. Hasil dakwah
bil qalamadalah suatu tulisan atau karya tulis. Tulisan terdiri dari bentuk dan isi. Bentuk
adalah paparan, uraian, penyampaian gagasan melalui susunan kata dan kalimat.
Isi adalah gagasan, pendapat, keinginan, usul, saran yang di kemukakan melalui
tulisan. Dilihat dari bentuk dan isinya, tulisan terdiri atas dua jenis, yakni:
pertama, fiksi, yaitu tulisan berdasarkan imajinasi, khayalan, namun tetap
berpijak kepada gagasan nyata. Tulisan fiksi meliputi prosa (cerita pendek,
novel, roman), dan puisi(sajak, lirik, nyanyian). Kedua, nonfiksi, yaitu
tulisan berdasarkan data dan fakta. Tulisan nonfiksi jenisnya yaitu: reportase,
esai, artikel, opini, kolomdan berbagai karya ilmiah lainnya(Kuncoro, 2009:
25).
Penuangan
gagasan dalam tulisan bisa semua hal, namun banyak orang yang merasa kesulitan dalam
menemukan ide tulisan. Menurut Kuncoro(2009: 5),penyebab ketidakproduktifan menulis
dikarenakan belum memahami hakikat surat al-Kahfi ayat 109. Artinya:
“Katakanlah (Muhammad): Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat
Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum selesai(ditulis) kalimat-kalimat
Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”(Departemen Agama
RI, 2005: 305).31 Ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu AllahSwt. Bahkan
bila seluruh lautan jadi tinta untuk menulis, tak akan mampu menulis semua
kalimat-kalimat AllahSwt. Jadi hal pertama yang harus dipahami adalah jeli
memandang segala hal untuk menjadi ide tulisantermasuk untuk ide dakwah bil
qalam.Kedua, membentuk sistem menulis dalam otak dengan writing oriented.
Melalui beberapa hal sebagaimana berikut:
1. Menjadikan kegiatan menulis sebagai pilihan
hidup, bukan hobi semata yang dikerjakan hanya ketika ada keinginan hati, atau
ketika ada sisa waktu.
2. Menumbuhkan
kebiasaan menulis, antara lain: (a) Membaca. Semakin seseorang sering membaca
maka pengetahuannya bertambah, sehinggabanyak ide untuk menulis, dan tumbuh
rasa percaya diri.(b) Berdiskusi dengan teman atau orang lain untuk mendapatkan masukan atau kritik,
sehingga semakin terasah kemampuan berpikir dan memahami pendapat orang lain.
(c) Mengikuti seminar, workshop, atau talkshow untuk menambah wawasan menulis.
(d) Mengamati peristiwa kejadian dan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan dan
menceritakannya dalam tulisan. Ketiga,keinginan kuat untuk menulis membutuhkan
motivasi yang tinggi. Motivasi dari dalam diri tersebut harus dibangkitkan.
Membangkitkan motivasi diri akan mudah jika dikaitkan dengan kehidupan
spiritual sesorang. Motivasi ini dibentuk bahwa menulis adalah menyebarkan ilmu
Allah Swt.,dan ilmu yang bermanfaat adalah wujud rasa syukur atas ilmu yang dianugerahkan Allah Swt.,
sedangkan menyembunyikan ilmu adalah dosa (Kuncoro, 2009: 5-6).
Pemikiran atau gagasan hingga sampai kepada penerbit dengan beragamcara.
Publikasi idemelalui media seperti surat kabar atau majalah caranya dengan dikirimkan secara langsung kepada
redaktur,dan mengalami proses seleksi layak muat naskah. Begitu pula dalam penerbitan
buku, ide-ide yang akan menjadi naskah buku melewatiseleksi dari editor akuisisi. Ide tersebut bisa
disampaikan secara langsung kepada editor atau melalui perantara. Editor
akuisisi memiliki kewenangan untuk mengatakan iya atau tidak terhadap naskah
atau ide naskah, lalu diseleksi bersama dengan bagian pemasaran, keuangan,
produksi, dan administrasi yang menilai ide penulis dari prespektif mereka.
Kemudian buku harus ditulis dan diselesaikan, biasanya penerbit menugaskan
editor untuk membantu penulis menghasilkan naskah yang berkualitas (Baran, 2011: 98-99).
Seiring
dengan perkembangan teknologi,penerbitan buku tidak hanya bergantung dengan
penerbitan konvensional tetapi juga melalui media konvergensi. Publikasi buku
melalui konvergensi media merubah aspek industri buku konvensional (cetak),
dari pendistribusian hingga penjualan. Teknologi dalam bentuk e-publishing
(penerbitan digital)menawarkan penerbitan buku secara online, dan menawarkan
cara baru mempublikasikan ide penulis.E-publishing dapat mengambil bentuk e-book (buku
digital) dan print on demand (POD). E-book adalah sebuah buku dalam bentuk
elektronik yang diunduh (secara gratis ataupun berbayar) dari internet ke
komputer atau perangkat genggaman. Sedangkan POD adalah bentuk lain dari
e-publishing.Buku disimpan dalam file digital dan sekali memesan buku dapat
langsung dicetak dan dikirim. Keuntungan e-publishing bagi penerbit dan pembaca
adalah secara keuangan. POD buku tidak memerlukan tempatpenyimpanan yang luas,
tidak ada sisa penjualan buku cetak yang memotong keuntungan, biaya produksi
baik personil dan peralatan relatif kecil. Cara ini tidak hanya memproduksi
buku yang lebih murah untuk khalayak, tetapi sangat memperluas berbagai buku
yang akan dipublikasikan.Keuntungan lain bagi penulis yang mendistribusikan
karya mereka melalui e-publisher biasanya mendapatkan royaltidari 40% hingga
70%, dibandingkan dengan 5% sampai 10% yang ditawarkan penerbit
konvensional(Baran, 2011: 100-101).
Dunia
tulis menulis merupakan lapangan kerja terbuka yang selalu siap menerima
karyawan baru. Artinya orang yang mempunyai kemampuan menulis bisa menghidupi
dirinya melalui tulisan-tulisannya. Menulis disamping menjadi sarana dakwah bil
qalamjuga dapat mendatangkan penghasilan (honorarium tulisan), popularitas
(keterkenalan), dan sarana komunikasi efektif dengan khalayak untuk
mempublikasikan ide-ide, opini, atau pemikiran tentang berbagai masalah.
(Romli, 2005: 131-132).
Menurut
Fauzil Adhim (penulis buku best seller,Kupinang Engkau dengan Hamdalah),menulis
dapat menjadi profesi yang memberikan kesejahteraan lebih, dengan syarat
harustotal dan profesional. Artinya jika seseorang bisa menulis sesuatu
yang penting dan bermanfaat,serta dikemas dengan bahasa yang mudah diterima masyarakat luas maka
peluang untuk mendapatkan royalti besar tidak sulit. Prasyarat utama agar menjadi penulis
yang berhasil, antara lain fokus pada satu bidang kajian,karena itu berkaitan
denganpersonal branding atau kepakaran dalam satu masalah. Selanjutnya, menulis
sesuatu yang penting dalam buku,sehinggasebuah bukudibutuhkan dan dijadikan
rujukan banyak orang.Nilai penting suatu karya bisa jadi hal yang obyektif,
tetapi karya yang mengutamakan kualitas danout of the box atautidak mengikuti
tren biasanya digemari oleh pembaca.Berikut ini perhitungan ekonomi Fauzil
Adhim terhadap novelnya Kupinang Engkau dengan Hamdalah.Novel tersebut sudah
cetak ulang ke-26 dengan sekali cetak minimal 10.000 eksemplar. Jika harga buku
Rp 20.000 sedangkan royaltinya 10%, sejumlahitulahpenghasilan Fauzil. Melalui
menulis,Fauzildapat mencukupi kebutuhan hidup dan menabung.Royalti merupakan
salah satu sistem pembayaran honorarium kepada penulis. Menurut Siswanto dari
Penerbit Tiga Serangkai, terdapat dua sistem yang selama ini dipakai untuk
memberi penghargaan kepada para penulis. Pertama,dengan sistem royalti,
honorarium dibayarkan sesuai jumlah buku yang terjual per tiga atau enam bulan.
Kedua,sistem beli putus, artinya honor diberikan diawal kontrak, namun tidak
mendapatkan royalti.Siswanto menambahkan jika hingga saat ini penerbit Tiga
Serangkai masih terus mencari naskah-naskah dari penulis luar yang bersifat
buku teks, panduan, agama, dan aneka tema lainnya. Banyak naskah yang
dikirimkan oleh penulis, namun yang isinya benar-benar berkualitas masih
sedikit. Karena itu, peluang menjadi penulis masih sangat terbuka.[8]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dakwah Bil Qalam merupakan salah satu metode dakwah yang
sangat besar peranannya dalam menyebarluaskan islam. Dalam berdakwah, seorang
da’i menyebar luaskan ajaran islam dalam bentuk tulisan, diantaranya, melalui
buku, majalah, surat kabar, karya tulis, dan dan karya sastra, atau bahkan
melalui internet. Namun sayangnya, aktivis dakwah bil qalam ini masih terbatas.
Kurangnya minat dalam melakukan Dakwah Bil Qalam ini merupakan salah satu
faktor penghambat berkembangnya dakwah tersebut.
Daftar Pustaka
Achmad, Amrullah. 1985. Dakwah Islam dan Perubahan Sosial.Yogyakarta:
PLP2M.
Kasman, Suf. 2004. Jurnalisme
Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an.
Jakarta: Teraju.
Muriah, Siti. 2000. Metodologi Dakwah Kontemporer.
Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Sulthon, Muhammad. 2003. Desain Ilmu Dakwah. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Syaikh,
Ali Mahfudz. 1979. Hidayah al- Mursyidi.
Kairo: Dar Al-I’tisham.
Yasir Maqosid, 2007, “Writepreneurship, Menjadi
Kaya dari Menulis,” http:// penerbitanbuku.
Wordpress.com/category/penulisan/page/2/akses pada 25 November 2014pukul 12.16
AM.
[1] Siti Muriah, Metodologi Dakwah Kontemporer,
(Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000) hlm 1-2.
[3] Amrullah Achmad, Dakwah Islam dan Perubahan Sosial,
(Yogyakarta: PLP2M, 1985)hlm: 2-3.
[4] Muhammad Sulthon, Desain Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka
Belajar, 2003), hlm 18-19.
[5] Suf Kasman, Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-Prinsip Da’wah bi Al-Qalam
dalam Al-Qur’an, (Jakarta: Teraju, 2004) hlm: 119.
[6]
http://eprints.walisongo.ac.id/4810/1/101211053.pdf
[8]
Yasir Maqosid, 2007, “Writepreneurship, Menjadi Kaya dari
Menulis,” http:// penerbitanbuku. Wordpress.com/category/penulisan/page/2/akses
pada 25 November 2014pukul 12.16 AM.
Komentar
Posting Komentar